Langsung ke konten utama

Postingan

Sumpah! Status ini Lebih Galau daripada "Single"

Hello to my new status! "Fresh Graduate" status yang lebih bikin galau daripada status "Single". Sebagai fresh graduate , gue ngerasa semakin banyak tuntutan baik dari dalam diri sendiri maupun dari orang tua. Gue lulusan diploma yang kata orang kebanyakan, ini lulusan tanggung. Katanya sih lulusan diploma dipandang sebelah mata sama perusahaan-perusahaan, Katanya loh ya. Kata siapa? ya kata orang-orang, termasuk orang tua gue. Makanya, nyokap gue keukeuh banget nyuruh gue ekstensi S1, begitu pun dengan om dan tante gue. Ga tanggung-tanggung, nyuruh ekstensinya di luar negeri dan nyari beasiswa. I know, that's really good for me . Gue pun sejak masih SMP selalu punya cita-cita untuk study abroad . Bahkan gue sempet apply beasiswa ke Singapura untuk ngelanjutin SMA. Pada akhirnya, gue tetap menuntut ilmu di Tanah Air tercinta sampai gelar A. Md tersemat di belakang nama. Sekarang muncullah kegalauan terberat gue, "Lanjut kuliah atau kerja? atau kerj...

One Year Lost...

Woowww! Setahun ku tak menyentuh blog ini!!  Terakhir nulis Desember 2014 dan sekarang Oktober 2016. Oh God! kemana aja gue ilang selama itu? Banyak banget momen-momen di 2015 yang bikin gue sibuk sampe nggak sempet bersapa di blog ini (halah bilang aja lagi males nulis). Tapi, emang tahun kemarin gue sibuk ngurus acara GPFEST, XpressiJurnal, dan yang paling bikin gue lupa diri (lupa makan, lupa kalo laper, lupa tugas kuliah, lupa kalo nggak punya duit) adalah saat gue membuat majalah OUT!. FYI majalah OUT! adalah majalah yang sekarang sudah resmi menjadi majalah Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan PNJ. Inilah penampakan majalah OUT! edisi perdana yang udah setahun disimpen Gue mulai mengonsep majalah ini dari nol bersama teman-teman yang luar biasa dari tiga program studi yang berbeda: Desain Grafis, Teknik Grafika, dan Penerbitan. Suatu tanggung jawab yang besar pada saat itu diberikan kepada gue sebagai pemimpin umum majalah OUT!. Sempet pengen nyerah kare...

Hasil Tugas Kuliah Tidak Maksimal? Inilah Penyebabnya!

Ilustrasi / jobs.aol.com Bila kamu pernah merasa hasil kerja yang kamu buat tidak memuaskan, mungkin kamu masih setengah-setengah mengerjakkannya. Padahal bila dikerjakan secara maksimal hasilnya pun bisa memuaskan. Tahukah kamu apa penyebab seseorang melakukan pekerjaannya dengan setengah-setengah? David J. Lieberman Ph. D dalam bukunya, Instant Analysis, menyebutkan sebab-sebab seseorang melakukan pekerjaanya setengah-setengah sebagai berikut:

Kompas Tak Pelit Ilmu

"Tak pelit ilmu". Itulah penggambaran yang pantas untuk Kompas Saba Kampus. Siapapun yang tertarik pada dunia jurnalistik, khususnya mahasiswa, dapat mencicipi ilmu dan pengalaman langsung dari "dapur" kompas yang hadir di beberapa kampus di Indonesia tanpa dipungut biaya sepeserpun. Di aula Fakultas Hukum Universitas Indonesia, animo peserta begitu terasa. Peserta begitu antusias mengikuti acara seminar dan workshop yang diadakan oleh media ternama, Kompas. Dalam sesi workshop, saya mengikuti kelas research and Development. Salah satu divisi yang menurut saya berperan sangat penting dalam pemberitaan di Harian Kompas terutama pada masa pilpres lalu. Kekaguman saya bertambah ketika pembicara menceritakan pengalaman tim Litbang Kompas berjuang mengunjungi desa-desa terpencil untuk melakukan quick count . Hal itu membuktikan bahwa peran media tidak lagi sekadar memberitakan realita dan fenomena apa adanya melainkan mempertajam pemahaman atas sebuah peristiwa dengan ...

Cita Rasa Bukber

Yeayyy.... I really love Ramadhan :* Salah satu yang gue suka dari Ramadhan adalah bukber :') apalagi setelah lama berpisah dengan teman-teman seperjuangan, sepergokilan, seperidiotan, sepahit, semanis,  asam, asin.... rame rasanya! Ramadhan kali ini gue menghitung udah... hmmm... 5x bukber sepertinya (maafkan aku wahai pencari nafkah keluarga yg telah kuhabiskan uangnya)

Bandit Ekonomi

".... Indonesia adalah bangsa yang kaya. Seharusnya bangsa ini bisa mandiri, berdaulat, dan bisa menyejahterakan rakyatnya. Sebagai seorang ekonom, aku yakin bangsa ini, dengan segala kekayaannya, tidak membutuhkan dunia luar. Andai embargo internasional diterapkan, itu lebih menguntungkan bangsa ini ketimbang menceburkan diri ke dalam perdagangan global. Saat ini, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan bangsa ini dari jurang kehancuran adalah dengan banting setir, mengubah secara radikal sistem perekonomian yang ada. Kembalilah pada sosialisme Indonesia, sebagaimana Bung Karno dan Bung Hatta telah canangkan pada awal perjalanan bangsa ini. Buanglah sistem kapitalistis jauh-jauh karena ia punya daya rusak yang luar biasa" "apa yang dimuat Ramparts, The Trojan Horse , adalah fakta. Aku adalah bagian darinya. Kematian Soekarno telah mengubah haluan bangsa ini, yang tadinya merdeka, berdaulat, mandiri, menjadi negara yang sangat bergantung pada imperialis Barat. Indonesia ...

Beradu di Layar Kaca

Masa kampanye baru saja dimulai namun suasana persaingan sudah terasa di berbagai media, khususnya televisi, jauh sebelum masa kampanye dimulai. Televisi-televisi tanah air gencar menampilkan sosok capres-cawapres. Ironisnya, beberapa media sudah terafiliasi oleh sejumlah partai politik. Hal itu menyebabkan media kini tidak lagi independen.