Langsung ke konten utama

Postingan

Kepada Orang-orang Baik...

.                       (sumber foto: Getty images) Gue buat catatan ini biar nggak lupa bahwa gue dikelilingi orang-orang baik. Kadang suka mikir, kenapa ya mereka baik banget padahal gue ga pernah berbuat baik sama mereka. Ya maksudnya biasa-biasa aja gitu, ga ngejahatin juga. Malah cenderung cuek banget banget. Sebagai contoh yang gue inget, sejak jaman sekolah sampe kerja, ada aja yang mau nebengin gue ke kampus, main, mau nganterin pulang sampe rumah tanpa gue minta (paling mintanya cuma nebeng sampe jalan yang emang dia lewatin). Untungnya sekarang ada ojek online jadi ga ngerepotin orang. Tapi tetep sih sampe sekarang kalo pulang kerja malem ada yang nawarin tebengan sampe rumah. Padahal rumah dia lebih deket dari kantor dan rumah gue jauh banget.  Beberapa waktu lalu, karena lagi corona, ga ada ojek online dan kendaraan umum terbatas, gue akhirnya pulang kantor lebih cepet dari biasanya padahal gue deme...

Emosi Segelas Air Panas

Segelas air panas menyiram tanganku. Orang itu pelakunya. Perih rasanya. Walau tak sengaja, aku tetap marah. Marah dalam diam. Kemudian masuk kamar dan menangis. Bukan... Bukan karena tersiram air panas. Kebohongan yang terus dilakukan orang itu yang membuatku emosi. Ah! Berengsek. Andai anak bisa memisahkan kedua orangtuanya. Masalahnya, mama menikmati derita.

Cinta (Monyet) Diam-Diam Jaman Sekolah

14 Februari 2018 Wuhuuw.. Valentine is coming. Satu-satunya yang gue suka dari Valentine adalah banyak diskon yang bisa gue nikmati berdua sama... Nyokap. Ya, gue belum pernah melewatkan Valentine bersama kekasih. Karena emang belum pernah punya pacar akutu... Hehe. Apakah kuharus cari pacar mulai sekarang? Duh..  repot. Daripada nyari pacar, gue lebih tertarik mengingat kisah "cinta (monyet) diam-diam" gue jaman sekolah dulu. Setelah gue inget-inget kapan pertama kali suka-sukaan sama orang adalah saat gue masih sekecil sepatu Crocs alias pas masih TK.  TK Dulu gue tertarik dengan temen sekelas gue. Orangnya item manis kayak kecap. Namanya Rizky. Ternyata selera gue jaman masih sebiji jagung lumayan tinggi. Menurut gue, Rizky ini cowok paling manis se-TK, paling bersih, dan yang paling menawan saat meluncur di perosotan sekolah. Daaan bukan cuma gue yang suka sama dia. Bagaikan Dilan yang menyihir penonton wanita dengan pesonanya, banyakk banget yang ...

Abis Ngeliput, Diteror Eyang Subur

Media tempat gue kerja selalu pengen dapet berita yang beda dari media lainnya. "Deception" istilahnya. Kalo diartiin ke dalam bahasa Indonesia bisa berarti "tipuan". Jadi, kita ngeliput berita yang benar-benar nggak terpikirkan oleh media lain. Tapi terkadang begitu berita hasil liputan "deception" ini muncul, hits beritanya memang tinggi. Gue setiap pagi selalu deg-degan nungguin plottingan dari redaktur kemana gue harus ngeliput hari itu. Jujur, gue nggak begitu suka kalau disuruh ngeliput ala deception. Gue nggak suka karena harus ngeliput sendirian tanpa ada wartawan-wartawan dari media lain. Walaupun udah biasa sendiri, tapi gue tetep nggak suka dengan kesendirian ini (?). Tapi emang sih begitu berita tersebut publish, gue puas ngeliat hitsnya yang tinggi. Gue masih bersyukur karena selama ini gue liputan "deception" ke rumah-rumah narasumber (walaupun narasumber utamanya sulit dijangkau). Temen gue ada yang ke kuburan...

Kejebak Seleb

Setelah nganggur beberapa bulan, akhirnya gue dapet kerjaan sebagai reporter di Grid.ID anak barunya Kompas Gramedia yang baru lahir tanggal 27 Februari 2017. Daaaaannn... di sini gue berperan sebagai REPORTER SELEBRITI LAPANGAN! Suatu bidang yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya. SELEBRITI.... gue buta banget masalah ini. Dari dulu sampe sekarang jarang banget nonton gosip atau infotainment. Menurut gue, nggak ada faedahnya nontonin kehidupan orang. Kawin, cerai, selingkuh, sampe lebaran tanpa pembantu aja diberitain.

Sumpah! Status ini Lebih Galau daripada "Single"

Hello to my new status! "Fresh Graduate" status yang lebih bikin galau daripada status "Single". Sebagai fresh graduate , gue ngerasa semakin banyak tuntutan baik dari dalam diri sendiri maupun dari orang tua. Gue lulusan diploma yang kata orang kebanyakan, ini lulusan tanggung. Katanya sih lulusan diploma dipandang sebelah mata sama perusahaan-perusahaan, Katanya loh ya. Kata siapa? ya kata orang-orang, termasuk orang tua gue. Makanya, nyokap gue keukeuh banget nyuruh gue ekstensi S1, begitu pun dengan om dan tante gue. Ga tanggung-tanggung, nyuruh ekstensinya di luar negeri dan nyari beasiswa. I know, that's really good for me . Gue pun sejak masih SMP selalu punya cita-cita untuk study abroad . Bahkan gue sempet apply beasiswa ke Singapura untuk ngelanjutin SMA. Pada akhirnya, gue tetap menuntut ilmu di Tanah Air tercinta sampai gelar A. Md tersemat di belakang nama. Sekarang muncullah kegalauan terberat gue, "Lanjut kuliah atau kerja? atau kerj...

One Year Lost...

Woowww! Setahun ku tak menyentuh blog ini!!  Terakhir nulis Desember 2014 dan sekarang Oktober 2016. Oh God! kemana aja gue ilang selama itu? Banyak banget momen-momen di 2015 yang bikin gue sibuk sampe nggak sempet bersapa di blog ini (halah bilang aja lagi males nulis). Tapi, emang tahun kemarin gue sibuk ngurus acara GPFEST, XpressiJurnal, dan yang paling bikin gue lupa diri (lupa makan, lupa kalo laper, lupa tugas kuliah, lupa kalo nggak punya duit) adalah saat gue membuat majalah OUT!. FYI majalah OUT! adalah majalah yang sekarang sudah resmi menjadi majalah Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan PNJ. Inilah penampakan majalah OUT! edisi perdana yang udah setahun disimpen Gue mulai mengonsep majalah ini dari nol bersama teman-teman yang luar biasa dari tiga program studi yang berbeda: Desain Grafis, Teknik Grafika, dan Penerbitan. Suatu tanggung jawab yang besar pada saat itu diberikan kepada gue sebagai pemimpin umum majalah OUT!. Sempet pengen nyerah kare...

Hasil Tugas Kuliah Tidak Maksimal? Inilah Penyebabnya!

Ilustrasi / jobs.aol.com Bila kamu pernah merasa hasil kerja yang kamu buat tidak memuaskan, mungkin kamu masih setengah-setengah mengerjakkannya. Padahal bila dikerjakan secara maksimal hasilnya pun bisa memuaskan. Tahukah kamu apa penyebab seseorang melakukan pekerjaannya dengan setengah-setengah? David J. Lieberman Ph. D dalam bukunya, Instant Analysis, menyebutkan sebab-sebab seseorang melakukan pekerjaanya setengah-setengah sebagai berikut:

Kompas Tak Pelit Ilmu

"Tak pelit ilmu". Itulah penggambaran yang pantas untuk Kompas Saba Kampus. Siapapun yang tertarik pada dunia jurnalistik, khususnya mahasiswa, dapat mencicipi ilmu dan pengalaman langsung dari "dapur" kompas yang hadir di beberapa kampus di Indonesia tanpa dipungut biaya sepeserpun. Di aula Fakultas Hukum Universitas Indonesia, animo peserta begitu terasa. Peserta begitu antusias mengikuti acara seminar dan workshop yang diadakan oleh media ternama, Kompas. Dalam sesi workshop, saya mengikuti kelas research and Development. Salah satu divisi yang menurut saya berperan sangat penting dalam pemberitaan di Harian Kompas terutama pada masa pilpres lalu. Kekaguman saya bertambah ketika pembicara menceritakan pengalaman tim Litbang Kompas berjuang mengunjungi desa-desa terpencil untuk melakukan quick count . Hal itu membuktikan bahwa peran media tidak lagi sekadar memberitakan realita dan fenomena apa adanya melainkan mempertajam pemahaman atas sebuah peristiwa dengan ...

Cita Rasa Bukber

Yeayyy.... I really love Ramadhan :* Salah satu yang gue suka dari Ramadhan adalah bukber :') apalagi setelah lama berpisah dengan teman-teman seperjuangan, sepergokilan, seperidiotan, sepahit, semanis,  asam, asin.... rame rasanya! Ramadhan kali ini gue menghitung udah... hmmm... 5x bukber sepertinya (maafkan aku wahai pencari nafkah keluarga yg telah kuhabiskan uangnya)

Bandit Ekonomi

".... Indonesia adalah bangsa yang kaya. Seharusnya bangsa ini bisa mandiri, berdaulat, dan bisa menyejahterakan rakyatnya. Sebagai seorang ekonom, aku yakin bangsa ini, dengan segala kekayaannya, tidak membutuhkan dunia luar. Andai embargo internasional diterapkan, itu lebih menguntungkan bangsa ini ketimbang menceburkan diri ke dalam perdagangan global. Saat ini, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan bangsa ini dari jurang kehancuran adalah dengan banting setir, mengubah secara radikal sistem perekonomian yang ada. Kembalilah pada sosialisme Indonesia, sebagaimana Bung Karno dan Bung Hatta telah canangkan pada awal perjalanan bangsa ini. Buanglah sistem kapitalistis jauh-jauh karena ia punya daya rusak yang luar biasa" "apa yang dimuat Ramparts, The Trojan Horse , adalah fakta. Aku adalah bagian darinya. Kematian Soekarno telah mengubah haluan bangsa ini, yang tadinya merdeka, berdaulat, mandiri, menjadi negara yang sangat bergantung pada imperialis Barat. Indonesia ...

Beradu di Layar Kaca

Masa kampanye baru saja dimulai namun suasana persaingan sudah terasa di berbagai media, khususnya televisi, jauh sebelum masa kampanye dimulai. Televisi-televisi tanah air gencar menampilkan sosok capres-cawapres. Ironisnya, beberapa media sudah terafiliasi oleh sejumlah partai politik. Hal itu menyebabkan media kini tidak lagi independen.

Cosmic Love

"I took the stars from my eyes, and then I made a map   And knew that somehow I could find my way back   Then I heard your heart beating, you were in the darkness too   So I stayed in the darkness with you" -Cosmic Love, Florence and The Machine-

Jassie The Explorer!

           Bukan.. ini bukan nama film kartun baru. Jassie adalah nama temen baru gue. Nama lengkapnya Claudia Jasmine. Dia anak kelas 12 SMA Calvin, Jakarta yang bercita-cita masuk Komunikasi UI. menurut gue, dia berjiwa petualang banget. makanya posting kali ini berjudul "Jassie The Explorer" haha.

Belajar dari CommuterLine

Seperti biasa gue pulang kuliah bersamaan dengan jam pulang kantor yang berarti kereta penuhnya bukan main. baru nyampe tangga aja udah penuh. pas liat ke peronnya.... itu manusia apa teri? Gue setiap hari pulang pergi naik kereta, Tangsel-Depok. Awalnya berat sempet kepikiran mau ngekost. Tapi setelah dijalanin ternyata asik juga. Ada suka-duka nya. Dukanya ya harus tau jadwal kereta kalo ketinggalan kadang-kadang nunggunya lama. terus desek-desekannya, badan remuk rasanya. pernah saking penuhnya gue ga bisa mempertahankan posisi berdiri gue. akhirnya gue miring 120 derajat. kepala gue nyender ke bahu orang sedangkan kaki gue berada jauh disana terhalang badan beberapa orang didekat gue. belum lagi kalo ada gangguan teknis, waktu itu kereta berangkat dari stasiun kebayoran menuju palmerah. Pas ditengah jalan tiba-tiba lampu mati berurutan gitu dari belakang ke depan persis di film-film horor dan kereta perlahan berhenti, AC mati. Penuh pula dengan orang. Untungnya kereta ga berhen...

Muka Jelek!!!!

        Di posting sebelumnya gue ngebahas tentang betapa serunya mata kuliah gue. kali ini gue mau bahas mata kuliah yang paling seru dan paling menyusahkan. FOTOGRAFI!! gue ga punya basic sama sekali di bidang fotografi. baru di semester ini gue berkenalan dengan fotografi. tapi karena dunia jurnalistik ga jauh-jauh dari kamera jadi mau gamau gue harus beradaptasi di bidang ini. Akhirnya gue pun memohon-mohon buat dibeliin kamera yang harganya cukup (tidak) murah. Bokap gue pun menyanggupinya. untungnya om gue mau diajak patungan. gue pun beli kamera Canon 60D.         Awalnya sih seru belajar teknik-teknik dasar fotografi. Sampe akhirnya gue dikasih tugas banyak dan unik banget dari dosen gue yang ga kalah unik. tugas pertama adalah "bikin foto muka diri sendiri sejelek mungkin dan no editing" menurut gue itu susah bangeeeeeeeet (berasa cantik lo) akhirnya gue minta tolong temen-temen suduut buat ngedandanin gue. entah mereka punya d...

Mata Kuliah Seru!

hei guys! berhubung gue mahasiswa baru gue mau cerita tentang mata kuliah gue di PNJ (Politeknik Negeri Jakarta) khususnya prodi jurnalistik. Menurut gue ga ada yang ga seru. semua mata kuliah seru mulai dari penulisan berita, teknik wawancara, dasar jurnalistik... oke mungkin bagi lo yang ga begitu excited sama dunia jurnalistik menganggap itu membosankan. Tapi yang gue suka dari kuliah jurnalistik gue ini adalah... jalan-jalaaaan. gue bisa tau dan ikut banyak event di Jakarta. Jakarta Night Religious Festival dan Napak Tilas Sastra W.S. Rendra adalah event yang pernah gue liput. serunya gue bisa ketemu banyak wartawan, seniman, artis, sampe gubernur. kalo para mahasiswa biologi, kimia, dll punya laboratorium, gue juga punya kok. Seluruh dunia beserta peristiwa di dalamnya adalah laboratorium mahasiswa jurnalistik .             Tapi dibalik keseruan itu ada susahnya juga. yang menurut gue paling susah adalah nulis berita! nulis berita ternyata ga semudah...

MENANG!

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar.... Laillaha illallahu Allahu akbar.... yak, post ini gue tulis pas malam takbiran diatas truk bersama kawan komplek yang sibuk mukul bedug... tapi boong. hahaha yakali gue ngetik diatas truk, bisa aja sih kalo nekat. oke gue gatau harus ngomong apa lagi. postingan kali ini ga bertopik. gue cuma pengen ngobrol ngalor ngidul.

Ada Apa Dengan 17

               Tepat tanggal 2 Juni 2012 gue menginjak usia 17 tahun. Jauh hari sebelum ulang tahun gue, orangtua gue udah heboh. Nun gimana nih mau dirayain ga? Mau nraktir dimana? Kalo papa ngasih uang segini kurang ga? (yg menurut gue itu justru kebanyakan). Bahkan pas bokap gue nganterin ke sekolah. Di depan gerbang dia nanya “nun bentar lagi 17 tahun ya?! Mau nraktir dimana?” sungguh pertanyaan di waktu yg ga tepat. Gue langsung celingak celinguk liat keadaan sekitar takut ada yang denger. Jujur aja gue ga mau dirayain atau nraktir besar-besaran. Karena gue ulang tahun pas lagi ulangan kenaikan kelas, jadi pengen fokus belajar aja (asik). Semua kehebohan itu tidak lain karena katanya 17 tahun itu sweet seventeenth.

religius...

hello bloggey udah lama ga ngepost. sekarang gue kelas XI loh. kelas XI IPA 4. dan gue duduk sebangku (ga sebangku juga sih, mesra abis) sama lila. lila temen seperjuangan (terutama pas ulangan) dan sepergilaan gue waktu di X.2 yak, langsung aja gue cerita tentang temen baru gue di XI IPA 4 namanya harianto.